Saturday, 4 February 2017

Tips dan Teknik Jitu Untuk Memancing Udang

Poetra Castinger

Advertisement

Mancingarena.com - Pada artikel sebelumnya kita telah melihat berbagai persiapan yang harus dilakukan sebelum memancing udang. Untuk yang belum membaca silahkan membaca melalui link ini. Sebagaimana yang telah dijelaskan pada artikel sebelumnya memancing udang memang memiliki sensasi tersendiri, terlebih jika piranti yang kita gunakan cukup kecil dan ringan. Anda tentu bisa membayangkan saat udang Galah melakukan perlawanan dengan joran yang hanya berkekuatan 2 Lbs saja, maka rasanya bagaikan perlawanan dengan ikan berbobot kiloan.
Tips dan Teknik Jitu Untuk Memancing Udang

Pada artikel kali ini kami berusaha untuk memberikan tips dan cara jitu memancing udang. Setelah sebelumnya anda mempersiapkan segala keperluan layaknya yang telah dijelaskan sebelumnya, maka kita langsung saja menuju cara memancingnya. Berikut beberapa tips dan cara jitu memancing udang :

1. Pemilihan Umpan

Umpan yang paling mudah, sederhana dan tak perlu banyak mengeluarkan modal untuk memancing udang adalah cacing. Jenis cacing yang sering digunakan untuk memancing udang biasanya adalah cacing fosfor dan cacing merah. Jenis cacing seperti cacing susu dan cacing gelang juga dapat digunakan, namun kuliut luarnya yang lebih keras diandingkan dengan cacing merah dan fosfor dapat membuat presentasi untuk dimakan oleh udang lebih kecil. Hal ini dikarenakan pada saat udang memankan umpan tidak seperti ikan pada umumnya. Udang memakan umpan secara pelan dan halus. Selain cacing umpan lain juga bisa digunakan seperti usus ayam, hati ayam, anak udang, pelet dan ikan-ikan yang berukuran sangat kecil.

2. Tentukan Penggunaan Leader Yang Tepat

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, ada dua jenis material leader yang dapat digunakan untuk memancing udang, yaitu, fluorocarbon atau nilon dan stainless steel. Khusus untuk fluoro carbon atau nilon, agar pemasangan cacing menjadi lebih efektif dan gampang dilakukan, cobalah gunakan bantuan dengan kawat. Caranya yaitu dengan menusuk cacing dari bagian kepala hingga menembus bagian buntutnya dengan kawat. Langkah selanjutnya adalah masukkan mata kail ke dalam tusukan tadi. Lalu tarik cacing hingga melewati mata pancing dengan posisi leader berada di dalam bdang cacing. Trik seperti ini akan membuat cacing terlihat bergerak secara alami di dalam air, meskipun cacing sudah mati. Selain itu cacing akan lebih awet juga, karena pada dasarnya yang akan dimakan oleh udang hanya pada bagian ujungnya yang tertutup dengan mata kail. Selanjutnya jika bagian ujung cacing telah habis dimakan, maka kita hanya perlu menurunkan bagian atasnya saja. Namun tingkat awetnya ini juga dipengaruhi oleh hal lain, seperti gigitan capit pada senar yang dapt membuat senar menjadi tergores hingga putus. Untuk menghindari kejadian ini, maka ada baiknya anda mengecek secara berkala kondisi leader. Untuk penggunaan umpan lain seperti usus ayam, hati ayam, pelet, dll juga sama layaknya pemasangan cacing sebagai umpan.
Tips dan Teknik Jitu Untuk Memancing Udang

Tips dan Teknik Jitu Untuk Memancing Udang

Untuk penggunaan leader menggunakan wire atau kawat stainless steel tentu memasang umpan jauh lebih mudah, karena kegunaan kawat yang tak elastis dapat menusuk cacing dan umpan lainnya dengan mudah. Sama halnya dengan penggunaan pada fluoocarbon dan nilon cacing ditusuk dari bagian kepala hingga menembus buntutnya. Jangan lupa menggunakan swifel untuk menghubungkan senar utama dengan leader baik pada stainless steel maupun nilon atau fluorocarbon. Penggunaan swifel agar membuat umpan dapat dengan mudah menyesuaikan kondisi air dan membuat umpan tidak terlihat kakau di dalam air.

3. Membuat Rangkaian Yang Baik
Tips dan Teknik Jitu Untuk Memancing Udang
Contoh Rangkaian Udang
Rangkaian yang biasanya digunakan untuk memancing udang adalah rangkaian glosor. Senar utama dihubungkan dengan leader dengan menggunakan bantuan dari swifel. Lalu ditambahkan juga timah berbentuk bulat atau segitiga dengan berat minimal 30 Gr yang ditempatkan pada senar utama. Untuk beratnya sendiri harus disesuaikan dengan arus yang terdapat di spot. Semakin besar arus, maka penggunaan timah tentu juga harus semakin tinggi beratnya. Jika anda berada pada spot dengan arus yang dapat menghanyutkan timah berbobot 30 Gr, maka sebaikanya cari titik lain, karena bisa dipastikan keberadaan udang di titik tersebut nihil.

4. Melakukan Bom Umpan/Chumming

Untuk menarik perhatian udang agar dapat berkumpul bersamaan dalam satu titik, maka kita perlu melakukan bom umpan atau chumming agar udang berkumpul. Adapun umpan yang dapat dipersiapkan untuk melakukan chumming seperti, kelapa bakar yang diparut, ampas kelapa bekas parutan, terasi atau belacan, pelet yang berbau amis hingga tulang sapi yang telah dibakar. 

Bom umpan bisa dilakukan dengan cara memasukkan salah satu umpan di atas kedalam wadah yang dapat tembus seperti kain yang memiliki jaring dengan rongga yang cukup kecil atau kaos kaki. Masukkan salah satu umpan yang telah dipersiapkan ke dalam wadah tersebut, lalu masukkan juga pemberat timah atau lainnya yang dapat dilemparkan ke satu titik agar udang berkumpul. 

Selain itu bom umpan juga sangat berguna untuk mengumpulkan anakan udang hingga udang-udang kecil lainnya. Udang-udang kecil ini dapat dijadikan umpan untuk memancing udang-udang besar. Cara mengumpulkannya pun cukup mudah yaitu dengan menyediakan wadah yang memiliki 4 sisi dengan rongga dan bolongan kecil seperti serokan. Kemudian letakkan salah satu umpan sesuai dengan selera anda, lalu masukkan ke dalam air dan tunggu hingga udang-udang kecil berkumpul dan masuk ke dalam jaring kecil yang telah disiapkan tersebut. Jika dirasa telah mencukupi sebagai umpan, maka kemudian langsung diangkat.

5. Teknik Memancing Udang

Memancing udang tidaklah sema dengan memancing ikan pada umumnya. Oleh karena itu saat udang telah memakan umpan sebisa mungkin kita harus hati-hati dan jangan sampai menyentak joran saat akan mendaratkannya. Sangat diperlukan konsentrasi dan kehati-hatian saat udang akan diangkat, karena jika sedikit saja kasar, maka udang akan lepas. Saat memakan umpan, biasanya senar akan bergetar-getar kecil dan ujung joran juga akan menukik sesekali. Sesekali juga ujung joran akan terlihat perlahan turun-naik layaknya terseret arus. Namun anda harus dapat membedakan mana gerakan yang desebabkan oleh tarikan udang atau terbawa arus. Jika terbawa arus biasanya rasionya gerakannya tetap ada pada titik yang sama, namun jika bergerak karena dimakan udang rasio gerakannya tak akan tetap. 

Udang Galah biasanya akan menarik umpan secara kasar dan cenderung lari setelahnya. Untuk kejadian seperti ini jangan sampai menyentak joran, namun cukup ditarik perlahan-lahan dengan hati-hati. Saat mengangkat pertama biasanya udang akan mencengkram bagian dasar air dengan kakinya. Maka tarikan pertama ini akan membuat joran layaknya menarik sesuatu yang tertancap pada dasar air seperti tumbuhan air atau sampah yang mengendap. Untuk menyiasati hal ini anda harus tetap menarik udang hingga cangkramannya lepas dan setelah lepas barulah perlawanan udang akan terasa. 

Bila anda ingin merasakan sensasi yang luar biasaa dari perlawanan udang, cobalah gunakan peralatan yang cukup kecil, misalnya reel spinning ukuran 500 dengan senar mono atau pe yang berdiameter kecil mulai dari 0,3 Mm -0,10 Mm dan dipadukan dengan joran yang hanya berkapasitas 2 Lbs. Dengan spesifikasi piranti yang demikian, maka anda akan mendapatkan sensasi luar biasa dari memancing udang. Perlu diingat bahwa saat udang melakukan perlawanan dengan sangat keras, maka jangan dibalas dengan paksaan juga. Cobalah untuk tarik-ulur layaknya anda sedang melawan ikan berukuran besar dan nikmati saja perlawanan tersebut. Lakukan setingan drag sekitar 30 % saja dari maksimal drag, untuk menghindari mocel dan senar putus. Perlu diingat bahwa jika ditarik paksa mulut udang akan mudah koyak dan rasio mocel akan lebih besar, maka berhati-hatilah saat mendaratkannya.

Untuk mendapatkan jangkauan spot terbaik anda bisa menggunakan perahu atau cukup di pinggir perairan saja. Jika menggunakan perahu tentu akan lebih baik karena kita bisa melakukan perpindahan titik secara periodik. Jika tidak menggunakan perahu, maka pastikan titik yang akan dipancngi berpotensi dengan keberadaan udang.

Demikianlah Tips dan Cara Jitu memancing udang di segala perairan. Seni memancing udang tentu ada pada tarikannya yang dilakukan dengan sangat hati-hati. Jika anda penasaran, maka cobalah untuk sesekali memancing udang. Sekian dari kami semoga bermanfaat dan selamat mencoba. mancingarena.com

Sumber : Aryanto

0 comments:

Post a Comment