Ikan hampala Ganas Dalam Air

Rabu, 15 April 2015

Ikan hampala Ganas Dalam Air

Admin

Advertisement

Mancingarena.com - Ikan Hampala (Hampala Macrolepidota) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat disenangi para castinger. Bukan tanpa alasan, hampala terkenal sangat ganas dan memiliki tenaga yang kuat. Terbukti saat strike ikan ini langsung mencoba kabur dengan masuk ke dasar air yang lebih dalam. Ikan ini seing ditemukan di habitat sungai yang memiliki arus yang deras, seperti sungai. Bahkan di beberapa kota seperti Magelang dan Jogjakarta ikan ini dapat ditemukan di aliran-alian sungai yang membelah kota. Daya tahan tubuhnya yang tinggi meski berada di berbagai jenis air di sungai perkotaan, membuat ikan ini tumbuh dan berkembang biak. Hampala menjadi idola pemancing dengan teknik casting. Bahkan beberapa grup dan komunitas castinger menjadikan hampala sebagai maskot dalam acara castinger gathering. Beberapa komunitas lainnya juga turut untuk menerapkan sistem catch and realis, hal ini dilakukan agar spesies ini tetap bertahan di habitatnya, khususnya di sungai-sungai kota. 

Ikan hampala Ganas Dalam Air

Secara umum Ikan yang termasuk dalam family Cyprinidate yaitu jenis carp ini biasanya hidup di lubuk-lubuk bebatuan, namun juga terdapat di danau-danau karena habitatnya di suatu wilayah biasanya berbeda-beda. Namun habitat yang paling banyak ditemukan hampala adalah pada sungai-sungai yang memiliki aus deras dan terdapat bebatuan. Hal ini disebabkan hampala senang mengikuti air yang memiliki arus, di samping itu juga spot sungai yang berbatuan terdapat banyak makanan yang dapat diburu oleh ikan ini. Jika anda ke wilayah jawa tengah dan Jogjakarta anda bisa menemukan Hampala di sungai-sungai, namun jika anda ke jawa timur mungkin anda juga bisa menemukan Hampala di danau. Ciri-ciri umum ikan Hampala adalah bentuknya menyerupai ikan mas, namun mulut ikan ini sangat lebar sekali. Meski tak memiliki gigi setajam Gabus, namun hampala memiliki mulut yang sangat rakus, bahkan seekor Ikan Wader saja dapat ditelan langsung oleh seekor Hampala yang besar. Panjang hampala rata-rata adalah 10-20cm dan bisa mencapai panjang sekitar 40cm dengan berat bisa di atas 5 Kg.

Ikan hampala yang besar memiliki warna bagaikan intan uang hitam yang mengkilat-kilat yang menyambung dari ekor ke atas bagian tubuh tubuh perut bawah. Namun warna seperti intan yang mengkilat-kilat tidak ditemukan pada hampala kecil dibawah 1 kg. Jika kita amati secara cermat mulai dari ekor ke badan terdapat semacam garis hitam. Warna ikan secara umumnya kuning keperak-perakan.

Ikan hampala merupakan predator air tawar yang menyukai makanan seperti udang dan serangga. Ikan hampala yang kecil akan berenang di permukaan air sungai atau waduk secara bergerombol. Ikan-ikan kecil ini akan berenang dari sungai ke hulu, danau atau waduk.

Ikan hampala ini hampir bisa ditemukan di Jawa, Kalimantan, Sumatra, Semenanjung Malaysia, Thailand, Vietnam hingga China. Bagi pancinger yang tinggal di Jawa Anda bisa menemukan ikan ini di sungai-sungai besar seperti Kali Opak, Kali Code, Bengawan Solo, Suangi Elo, Serayu, Bogowonto, Brantas, Porong, Cisadane dan sungai-sungai besar lainnya. Kalau Anda di Sumatra bisa di Sungai Asahan dan anak sungai di Danau Toba serta anak sungainya, sungai Musi dan Danau Singkarak dan anak sungainya serta sungai besar lain di Sumatra. Di Kalimantan bisa ditemukan semua sungai di sana seperti Kapuas, Barito dan Mahakam.

Untuk memancing ikan ini bisa dengan teknik casting maupun teknik dasaran.Untuk dasaran biasa umpan yang digunakan adalah udang hidup dan ikan-ikan kecil. Hampala lebih senang dengan umpan bergerak dan alami. Untuk casting usahkanlah menggunakan umpan yang terlihat natural.

Untuk peralatan bisa spinning dan baitcasting. Tergantung budget dan keinginan anda. Sesuaikanlah dengan target baik senar maupun lure. Hampala cenderung berubah terhadap lure jika kondisi air yang labil. Misalkan ketika air jernih hampala lebih senang yang berenang ditengah seperti spoon dan swimbait.Jika kondisi air keruh maka lure popper dan WTD lebih ampuh.

Gunakanlah joran bertipe medium action. Usahakan untuk memainkan lure dengan natural. Maksudnya adalah kepiawaian pemancing dalam memainkan umpan agar terlihat sperti umpan asli. Ini merupakan faktor penting agar hampala mengejar dan strike.

Waktu yang tepat untuk mancing hampala adalah di pagi hari sebelum matahari terlalu terang karena hampala cendrung takut pada cahaya mereka suka pada tempat yang redup, kemudian biasanya hampala memiliki satu ketua. Jika ada gerombolan hampala maka akan ada ketua didepannya dan anggotanya mengikuti dari berlakang. Jika ketuanya memakan umpan maka besar persentase anggotanya akan memakan juga.mancingarena.com




0 komentar:

Posting Komentar