Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Daftar Isi
Umpan merupakan faktor penting dalam memancing. Segala teknik memancing yang kita gunakan pada umumnya butuh yang namanya umpan. 

Sebelumnya kita telah banyak membahas berbagai jenis umpan hidup. 

Pada artikel ini kita akan kembali mengulas tentang masalah umpan, akan tetapi umpan yang kita bahas ini berbeda dengan umpan mancing pada umumnya. 

Umpan yang akan kita bahas dalam artikel berikut ini adalah umpan buatan atau yang sering kita denga dengan istilah Lure. 

Lure sendiri merujuk pada bahasa Inggris yang berarti umpan tiruan atau lebih sering disebut dengan umpan palsu. 

Lure merupakan umpan tiruan yang terbuat dari berbagai material pada umumnya seperti, kayu, plastik, metal, alumunium, fiber hingga graphite. 

Saat ini tersedia berbagai variasi lure yang bisa kita jumpai sesuai dengan karakter yang kita inginkan. Berikut beberapa jenis lure yang akan kita bahas.


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)
Lure/Umpan Tiruan

Pada dasarnya lure diciptakan untuk menggantikan umpan asli atau alami, namun dengan teknik yang berbeda. Lure biasanya sering digunakan untuk memancing dengan teknik seperti casting, jigging, popping, trolling hingga fly fishing. 

Bahkan beberapa pemancing dengan teknik dasaran menggunakan softlure sebagai umpan untuk memancing dasaran. Selain itu lure lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan umpan hidup pada umumnya. 

Saat ini beberapa brand lure telah melakukan banyak inovasi guna membuat lure semakin menarik. Bahkan beberapa brand membuat lure yang hampir 100% menyerupai umpan hidup. 

Misalnya saja beberapa jenis flies, minnow, softlure, pensil tipe WTD dibuat hampir menyerupai hewan asli pada umumnya.

Lure pada umumnya memiliki beberapa jenis karakter yang membedakannya antara 1 lure dengan lure lainnya. 

Berikut ini merupakan jenis-jenis lure yang sering digunakan pada umumnya

Surface Lures / Top Water Lures.


Lure yang diciptakan untuk mengapung atau mengambang diatas permukaan air. 

Lure jenis ini biasanya didesain sedemikian mungkin agar gerakan lure diatas permukaan air menyerupai gerakan ikan yang sedang sekarat atau hewan lainnya misalkan kodok, anakan burung hingga serangga. 

Pada beberapa lure top water biasanya memiliki variasi action misalnya action zig-zag atau yang familiar kita sebut dengan Walk The Dog (WTD),  pop (menciprat air), jump frog, dll.

Sub Surface Lures

Lure ini bermain sedikit tenggelam dibawah permukaan air dan menyelam hingga pertengahan kedalaman air. 

Biasanya kode yang sering tertera dari lure ini adalah Floating. 

Tipe floating ini sebenanya saat jatuh kepermukaan air akan mengapung terlebih dahulu, lalu kemudian saat senar digulung lure ini perlahan-lahan akan mulai menyelam dalam tingkatan yang rendah dibawah permukaan air. Biasanya lure tipe ini akan menyelam dari 0.30 meter hingga 1 meter saja.

Diving Lures


Lure yang diperuntukkan untuk bermain di dalam air dengan tingkat kedalaman tertentu. Jika dibandingkan dengan sub-surfaces lures, lure tipe ini akan menyelam lebih dalam dan pada saat jatuh didalam air akan langsung tenggelam. 

Tingkat kedalaman lure ini menyelam tergantung dari desain bibir lure ini sendiri, semakin lebar dan panjang pada bibirnya, maka akan semakin dalam pula lure ini menyelam. Biasanya pada kemasan tertulis spesifikasi tingkat kedalaman lure tersebut. 

Mulai dari 2 meter hingga dapat mencapai 5 meter pada lue yang sering digunakan untuk teknik trolling. Lure ini juga sering disebut dan diberi kode dengan istilah sinking, 

Itulah 3 jenis karakter dari berbagai lure yang sering digunakan pemancing. Setelah penjelasan diatas mungkin sedikitnya anda dapat memilih lure yang sesuai dengan spot dan target anda. 

Jenis-jenis tersebut sebenarnya belum melengkapi detail dari kebanyakan lure. Oleh karena itu kita akan mendalami lagi tipe-tipe lure yang pada umumnya sering digunakan oleh pemancing. 

1. Popper


Popper adalah umpan tiruan yang berjalan dipermukaan air dan jika ditarik akan mengeluarkan suara cipratan air. 

Seiring dengan berkembangnya teknologi, popper diciptakan dengan modifikasi dari bentuk aslinya. Popper pada umumnya digunakan untuk teknik popping berbentuk bulat memanjang dengan sedikit lekukan di bagian depan dan belakang dan memiliki cekukan seperti mangkok pada mulutnya. 

Popper saat ini telah mengalami banyak modifikasi dan melahirkan bentuk-bentuk baru, hal ini mengingat popper juga dapat digunakan untuk teknik casting. Perubahan seperti bentuk konvensional menjadi seperti sekor ikan kecil, namun untuk bagian mulut tetaplah memiliki cekukan, karena bagian inilah yang nantinya akan berpengauh menimbulkan percikan air. 

Popper dirancang untuk bermain diatas permukaan air dan dibuat agar mengeluarkan percikan air yang berbunyi pop... pop... kurang lebih seperti itu. 

Sehingga membuat ikan-ikan predator tergoda dan marah pada beberapa sifat ikan yang teritorial. Saat ini begitu banyak model-model yang telah dikembangkan dari popper, seperti yang telah dikatakan bahwa popper telah mengalami banyak modifikasi dari bentuk awalnya. 

Popper sendiri memiliki beberapa varian model seperti Chugger, Hula Poppa Chugger,  Skitterpop, Creek Chubb Knuckle Head, WTD floating Pencil Popper.  Mari kita ulas masing-masing tipe popper tersebut :

Chugger


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Inilah bentuk popper yang menjadi cikal bakal dari popper sebelum mengalami banyaknya modifikasi. Popper tipe ini pada umumnya memiliki diameter yang besar pada bagian depan mulutnya. 

Dirancang seperti bentuk mangkok pada bagian mulutnya, sehingga ketika ditarik dengan teknik popping cipratan air akan lebih keras dan besar. Untuk menghasilkan efek besar tersebut maka tariklah sekuat mungkin. Sangat cocok untuk digunakan untuk teknik mancing popping kelas berat. 

Popper seperti ini digunakan untuk memancing dengan teknik popping yang menggunakan reel dan joran kelas berat dengan target Giant Travelly, Barakuda, Tuna, dll.

Biasanya popper yang digunakan memiliki bobot yang berat mulai dari 60 gram hingga 200 gram. 

Popper saat ini juga mengalami perubahan untuk menyesuaikan spot dan teknik. 

Pada spot air tawar biasanya ikan-ikan tidaklah sebesar spot laut, oleh karena itu popper dibentuk sedemikian rupa menyesuaikan ikan target. 

Popper jenis ini sering disebut dengan mini popper dan diperuntukkan untuk teknik casting. Ukuran dan beratnya jelas sangatlah berbeda dibandingkan dengan popper yang digunakan untuk teknik popping.  

Mini Chugger Popper

Merupakan popper berbentuk seperti chugger dan memiliki modifikasi pada area mulut. Model seperti ini lebih sering digunakan untuk teknik casting. Ukurannya bervariasi mulai dari 5 cm/6 gr hingga 9 cm/14 gr. 

Cocok digunakan untuk casting dengan Peralatan ringan seperti Ultra light hingga medium.

Skitterpop

Varian ini bisa dijumpai pada brand Rapala. bentuknya seperti pensil, namun memiliki sedikit cekungan pada bagian mulutnya. Gerakannya adalah menunduk kedalam air untuk menghasilkan cipratan, lalu kembali muncul ke permukaan dan begitu seterusnya.

WTD floating Pencil Popper

Lure popper WTD


Ini merupakan modifikasi pencil bait yang diberi cekungan pada bagian mulut lure. Bentuknya hampir seperti pensil dan stickbait. Gerakan khasnya adalah zig-zag sambil menghasilkan cipratan air.


2. Pencil


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Pensil dibentuk dengan model bulat dan lonjong pada bagian mulutnya. Bagian bawah mulut agak sedikit cekung keatas untuk menimbulkan gerakan zig-zag.

Bentuk pencil hampir menyerupai ikan-ikan kecil mulai dari kepala hingga ekor. Pencil biasanya didesain agar menimbulkan action zig-zag atau WTD. 

Pencil pada umumnya diberi pemberat di bagian tengah dan ekornya agar menghasilkan action zig-zag tersebut. Pada beberapa modifikasi pencil dibuat sedemikian agar menghasilkan action zig-zag dengan pop. Bisa dikatakan pencil jenis ini memiliki kolaborasi action dari popper dan pencil itu sendiri. 

Bentuknya yang berbeda dengan popper membuat pencil tidak memiliki hambatan angin seperti popper sehingga lure akan bergerak dengan bebas. 

Pencil juga mengalami moodifikasi, dimana dibuat sedemikian rupa agar dapat tenggelam dan menghasilkan action zig-zag, namun bukan diatas permukaan air melainkan ditengah atau sedikt dibawah permukaan air. 

Ini dapat dikatakan improvisasi dan modifikasi dari tipe pencil itu sendiri, mengingat pencil memiliki action yang luar biasa menggoda ikan predator. 

Pencil cocok digunakan untuk casting di berbagai kondisi air, baik itu arus tenang maupun deras.

3. Stickbait


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Hampir sama dengan pencil, stickbait termasuk jenis lure top water. Actionnya juga sama layaknya pencil yaitu zig-zag atau WTD. 

Secara umum pencil dan stickbait hampir menyerupai, namun sedikit perbedaanya yaitu pada bagian moncongnya, stickbait tidaklah diciptakan terlalu lonjong. 

Bentuk moncongnya sedikit lonjong dan lebih bulat. Jika pencil dapat dimodifikasi agar bisa menghasilkan action dibawah permukaan air, sebaliknya stickbait sampai dengan saat ini hanya dirancang khusus untuk bermain diatas permukaan air. 

Meski ada sebutan stick yang berjenis lure menyelam yaitu flutter stick, namun bentuknya jauh berbeda dengan stickbait. 

Untuk ukurannyapun dibuat tidaklah sepanjang pencil. Umumnya stickbait dibuat dengan ukuran 4 hingga 9 Cm. Sama halnya dengan popper, stickbait dapat digunakan di berbagai kondisi air, baik air yang tenang maupun berarus.

4. Minnow   


Minnow merupakan lure yang termasuk dalam kategori subsurface dan diving lure. 

Minnow merupakan lure yang bekera selalu didalam air dan bergerak layaknya ikan-ikan kecil. Minnow juga diciptakan dengan berbagai karakter, ada minnow yang hanya tenggelam sedikit dibawah permukaan air saja, ada juga yang khusus untuk menyelam ditengah kedalaman air hingga ada yang khusus untuk menyelam sampai kedalaman tertentu.

Minnow lebih cocok digunakan pada spot yang memiliki kedalaman air mulai dari 30 Cm hingga 7 meter, tergantung dari target yang kita inginkan. 

Minnow memiliki action yang sama baiknya dengan pencil dan stickbait, namun bedanya jika pencil dan stickbait perlu dilakukan sedikit twitching (sentakan) pada ujung joran, maka minnow cukup digulung senarnya saja, maka ia akan bergerak dengan actionnya. 

Jikapun disentak maka akan menimbulkan vaiasi action lainnya. Minnow juga memiliki tingkat dan variasi daya selam diantaranya yaitu :

Floating type : Memiliki desain lidah yang kecil dan pendek. 

Daya selamnya sangat kecil biasanya sedikit dibawah permukaan air hingga kedalaman 1 M. Dikatakan floating karena pada saat lure jatuh diatas pemukaan air, tidak langsung menyelam kedalamnya, melainkan lure menyelam setelah senar mulai digulung.

Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Shallow type : Sama dengan Floating Type, tipe ini juga memiliki karakter daya selam yang dangkal dan tidak begitu dalam. Lidahnya juga cenderung pendek dan kecil agar agar lure menyelam tidak terlalu dalam.
Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Sinking type : Memiliki lidah yang sedikit lebih panjang daripada dua tipe diatas. Tipe ini biasanya saat jatuh ke permukaan air, lure perlahan akan tenggelam. Lure sinking biasanya diperuntukkan untuk bermain di tengah kedalaman air sedalam 1 hingga 3 M.

Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Deep type : Sama dengan sinking, tipe ini memiliki lidah yang sangat lebar dan cukup panjang. Saat jatuh ke dalam air akan langsung tenggelam dengan cepat. Biasanya digunakan untuk target di dasar air. Tipe ini sering digunakan untuk teknik trolling dengan kedalaman 3 M hingga 7 M.

Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

5. Vibration Lure/Swimbait


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Lure ini masuk dalam jenis sub surface dan diving lures. Biasanya lure jenis ini memiliki daya selam hingga sampai di tengah kedalaman air. 

Dinamkan Vibration Lure, karena lure ini akan bergerak dan bergetar layaknya gerakan ikanikan kecil di dalam air. Jika lure pada umumnya dipasang pada bagian mulut lue, namun pada lure jenis ini dipasang dibagian atas punggungnya. 

Hal ini penting agar lure bekerja semestinya. Lure ini sangat cocok untuk digunakan pada air yang memiliki kedalaman 30 Cm hingga 2 M. 

Dalam kondisi air jjernih kita akan melihat action lure ini secara jelas. Lure jenis ini hanya perlu digulung saja senarnya dan lure akan bekera dengan sendiinya.

6. Metal Jig


Jig merupakan lure yang terbuat dari bahan logam yang menyerupai ikan kecil. Bentuk umumnya pipih dan lonjong serta. Biasanya metal jig sering disandingkan dengan assist hook atau kail tambahan yang telah dirangkai. 

Penggunaan assist hook lebih sering disandingkan saat pemancing menggunakan kail tunggal pada metal jig dan bukan treble hook. 

Rangkaian ini sebenarnya dibuat agar jig tidak mudah tersangkut di karang dan diharapkan juga rating hook-up semakin tinggi. Selain itu pada assit hook dipasangkan bulu ayam dan bulu perindu agar ikan semakin tergoda. 

Action pada jighead lebih terlihat seperti ikan kecil yang ingin menuju permukaan. Pemancing biasanya akan menggulung senar sembari melakukan sentakan secara vertikal.

Secara umum terdapat 3 tipe dari metal jig yaitu :

Tail-weighted jigs


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Bentuk dari jig model ini lebih berat di bagian belakang jig dengan harapan jig akan cenderung meluncur lebih lebih cepat ke dasar air.

Centre-weighted jigs


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Tipe jig model ini terasa berat, karena bahannya sebagain besar dibentuk ditengah, sehingga turunnya jig akan seperti miring ke samping, sliding hingga bergerak sambil berkibar tergantung dari sudut, panjang dan lebar jig tersebut.

Jigs Head


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Jighead merupakan kail tunggal yang pada bagian kepalanya diberi sedikit pemberat yang telah dilebur. pemberat tersebut bisa menyerupai kepala ikan kecil atau bahkan hanya sekedar timah bulat saja. 

Jighead dipasangkan khusus dengan softlure yang menyerupai cacing, ulat dan bentuk lainnya.

7. Crankbait


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Umpan ini menyerupai ikan kecil dan ketika didalam air akan membuat beberapa gerakan yg tidak karuan sehingga terlihat ikan kecil ini seperti mabuk laut dikarenakan bentuk lidahnya yg panjang. Biasanya crankbait menyelam lebih dari 1 Meter dari kedalaman air. 

Layaknya minnow, crankbait memiliki action yang bekerja saat senar digulung. Action yang ditimbulkan dari lidah panjangnya membuat crankbait tampak bergoyang-goyang didalam air.

8. Spinner Bait


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Lure ini mempunyai Blade hampir seperti spoon namun dengan ukuran lebih kecil. Blade ini akan berputar saat masuk kedalam air, efek dari putaran ini yang akan membuat ikan tertarik karena seperti ikan yang sekarat. 

Pada spinner bait dilengkapi juga dengan skirt, bulu prindu hingga Konahead pada bagian depannya, agar terlihat layaknya ikan bergerak. 

Lure ini termasuk dalam diving lure, dimana lure akan menyelam dan targetnya biasa adalah Ikan Gabus yang bermain pada kedalaman 30 Cm hingga 1 M. 

9. Buzz Bait


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Lure tipe ini termasuk dalam surface lure untuk menggoda ikan-ikan predator yang mencari mangsa diatas permukaan air. 

Ciri-ciri utama dari lure ini adalah memiliki proppeler seperti baling-baling di bagian depannya. 

Proppeler ini akan membuat air menjadi riuh dan keadaan sekitar berubah menjadi tidak tenang. Lure ini jika jatuh ke permukaan air akan tenggelam terlebih dahulu, kemudian saat digulng senar akan kembali ke atas permukaan air. Ikan Toman merupakan target utama dari Buzzbait ini.

10. Spoon


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Lure ini dinamakan dengan spoon, karena bentuknya yang hampir mirip sendok. Terbuat dari metal dan memiliki bentu agak melengkung seperti sendok. 

Spoon cenderung berenang layaknya swimbait. Sangat tepat digunakan pada kondisi air yang sedang jernih. Warnanya pun dibuat bervariasi dengan corak yang sangat mencolok, agar menarik perhatian ikan. 

Saat ini banyak tersedia variasi spoon mulai yang berbentuk sendok hingga ada yang memiliki bentuk layaknya metal jig. Di dalam air spoon akan menghasilkan putaran dan cahanya yang berkedip-kedip sehingga membuat ikan-ikan tergoda. 

11. Froggy


Froggy merupakan lure yang sangat unik, karena hampir menyerupai katak pada aslinya. Biasanya forggy digunakan khusus memburu Tomman dan Gabus. 

Froggy ada yang terbuat dari latek ada juga yang terbuat dari fiber dan kayu. Nama froggy memang berasal dari bahasa Inggris yang berarti katak. Namun sebutan tersebut menjadi general saat bentuk lainnya juga dibuat oleh lure maker. 

Saat ini ada lure sejenis froggy yang dibuat seperti bentuk tikus, burung kecil, anak Itik hingga bentuk serangga.

Secara umum froggy dibagi menjadi dua tipe yaitu :

Soft Froggy

Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Yaitu lure yang dibuat dari bahan karet dan lateks. 

Ciri utamanya adalah kail diletakkan diatas buntut dari froggy tersebut. 

Desain seperti ini dirancang agar lure bisa digunakan dalam kondisi permukaan air yang penuh dengan semak belukar dan tumbuhan-tumbuhan air lainnya, sehingga dengan hook yang terdapat diatas buntutnya, membuat froggy tidak mudah tersangkut. Saat ini beberapa lure maker memodifikasi soft frog dari mulai menambahkan blade di bagian bawahnya hingga menambahkan skirt agar lebih menarik perhatian ikan. 

Sebagaimana yang dijelaskan diatas bahwa froggy hanyalah formalitas nama saja. Hal ini dikarenakan pembuat lure telah mengkreasikan berbagai macam hewan-hewan kecil lainnya seperti tikus, anak itik hingga serangga.

Hard Froggy

Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Yaitu lure yang didesain untuk permukaan air yang normal tanpa banyak semak belukar. Didesain dengan hooknya yang agak terpisah dibelakang buntutnya. 

Hardfrog biasanya dibuat dari material dasar seperti kayu, fiber, dan plastik. 

Modifikasi dari hardfrog ini juga melahirkan Jumpfrog dan tikus atau yang dikenal oleh pemacing di Indonesia dengan nama Curut. 

Beberapa pemancing biasanya memodifikasi hardfrog agar menimbulkan suara seperti penambahan propeller di bagian mulutnya. Selain itu dibuat juga pelindung hook agar hardfrog dapat digunakan meski di antara semak belukar.

12. Soft Bait Lure


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Lure ini buat dengan bahan dasar karet, lunak dan kenyal. Softlure dirancang dengan berbagai bentuk hewan seperti ikan-ikanan, cacing, udang, dll. 

Biasanya softbait memiliki varian yang berbeda, seperti soft lure tunggal, dimana untuk menggunakannya harus menggunakan jighead, jig hook dan Worm hook. 

Varian lain seperti soft bait yang dibuat menyerupai ikan dan bentuk tubuhnya yang pipih. Letak action soft lure adalah pada bagian buntut dan ekornya yang bergerak layaknay ikan alami.

13. Squid


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Lure ini khusus dirancang biasanya untuk mancing Cumi, bentuknya seperti udanghidup. Pada bagian buntutnya terdapat banyak kail yang tajam. 

Cara menggunakannya-pun cukup simpel. Pemancing cukup menggulung senar dan Squid akan bergerak layaknya udang hidup.

14. Flies


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Ini merupakan lure khusus yang digunakan untuk memancing dengan teknik fly fishing. Umpan ini sangat unik karena dibentuk sedemikian rupa agar menyerupai serangga hidup yang berterbangan diatas permukaan air. 

Dengan tambahan bulu-bulu dan beberapa aksesoris lainnya maka dari jauh akan terlihat seperti alami dan nyata. 

Flies dewasa ini tak hanya digunakan sebagai lure untuk teknik fly fishing saja, namun juga digunakan pada teknik casting

15. Lipless Crankbait


Mengenal Lebih Banyak Tentang Lure (Umpan Buatan/Tiruan)

Layaknya vibration lure, lipless crankbait memiliki action goyangan zig-zag dan bergetar di dalam air. Lure ini masuk dalam kategori diving lure, dimana lure selalu bergerak di dalam air.

16. Whoppper Plopper

whopper ploper lure


Ini merupakan trobosan lure terbaru saat ini. Lure ini umumnya memiliki bentuk pensil namun yang membedakannya adalah pada bagian ekornya memiliki proppeler atau baling-baling. 

Baling-baling tersebut berfungsi untuk menghasilkan gelombang cipratan air. Sehingga gerakan tersebut menggoda ikan predator untuk segera menerkamnya.

Demikian beberapa jenis lure yang mesti kita ketahui. jika menggunakan teknik-teknik seperti casting ,popping dan jigging tentu tidak bisa lepas dari beberapa lure diatas. 

Namun tak bisa dipungkiri, modifikasi dari lure sendiri mengahsilkan variasi lure terbaru dengan action yang berbeda meyesuaikan target dan spot. 

Pemilihan lure yang baik biasanya tergantung dari spot target dan ikan target. 

Sekian dari kami semoga artikel ini bermanfaat. Nantikan artikel-artikel menarik lainnya hanya di mancingarena.com





8 komentar

Comment Author Avatar
8/24/2015 11:15:00 PM Hapus
mantaaaaappzzz makasih banyak ilmunya,terutama org seperti sya yg masih newbie dalam dunia casting
Comment Author Avatar
10/19/2015 11:45:00 AM Hapus
oK!! Thanks gan 4 sharing ilmunya .. keep posting ;)
Comment Author Avatar
12/28/2015 09:09:00 AM Hapus
joss gandos
Comment Author Avatar
10/15/2018 10:08:00 AM Hapus
thank nice infonya sangat menarik, silahkan kunjungi balik web kami http://bit.ly/2NlzJZM
Comment Author Avatar
7/01/2019 12:08:00 AM Hapus
kalau pesan bagaimana caranya?
Comment Author Avatar
2/17/2020 11:40:00 PM Hapus
Mantul ilmunya gan 😁😁
Comment Author Avatar
6/27/2020 02:35:00 PM Hapus
Terimakasih ilmu nya huuu , Mantul
Comment Author Avatar
6/28/2020 10:01:00 AM Hapus
thanks y ilmunya, semoga bermanfaat untuk kami yang pemula