Tips Memilih Piranti/Peralatan Fly Fishing Yang Baik Dan Benar

Senin, 01 Juni 2015

Tips Memilih Piranti/Peralatan Fly Fishing Yang Baik Dan Benar


Advertisement

Piranti atau peralatan yang baik dalam setiap teknik memancing tentu akan memudahkan dan mengasyikkan kita pada saat kegiatan mancing berlangsung. Hal yang sama juga harus dilakukan pada teknik mancing Fly Fishing. Memang teknik ini masih sangat jarang dan tidak begitu banyak peminatnya di Indonesia. Tentunya banyak yang bertanya-tanya bagaimana sebenarnya pemilihan piranti Fly fishing yang baik dan benar.


Tips Memilih Piranti/Peralatan Fly Fishing Yang Baik Dan Benar

Saat ini memang ada beberapa referensi yang bisa dijadikan rujukan sebelum memilih piranti fly fishing. Karena penerapan dan tidak begitu banyak peminat pada teknik ini, hanya beberapa saja yang menyediakan referensi dalam bahasa Indonesia. Jika ingin referensi yang lengkap dan detail sangat banyak, namun sumbernya biasa dari website luar negri dengan bahasa asing juga tentunya. Karena memang di negara-negara Eropa dan Amerika pemancing banyak yang berminat dengan teknik fly fishing. Maka dalam ulasan berikut ini, mungkin ada sedikit gambaran tentang tips memilih piranti fly fishing, meskipun tidak begitu detail karena telah dibahas pada ulasan-ulasan sebelumnya. 


Tips Memilih Piranti/Peralatan Fly Fishing Yang Baik Dan Benar

Reel pada teknik fly fishing hanya digunakan sebagai tempat penyimpan Senar. Baik itu mulai dari backing, fly line, leader dan tippet. Pada reel fly juga terdapat mekanisme drag yang sama dengan reel pada umumnya yang berfungsi Menahan laju fly line saat sedang fight.

Pemilihan reel fly sama juga dengan pemilihan antara senar dengan joran fly. Dimana piranti fly ini selalu menggunakan istilah ''WT''. Contohnya joran fly dengan ukuran 3 ''wt'' disesuaikan dengan reel fly ukuran 3 ''wt'' pula. Untuk harga reel biasanya bervariasi bisa itu mahal dan bisa juga murah tergantung dari kandingan bahannya. Biasanya murah dan mahal pada reel terletak pada material bahan pembuatan dragnya. Tentu ada juga merek yang menggunakan drag dan material bahan pembuatan meniru reel fly yang mahal yang dijual dengan harga murah.

Jika pada reel spinning dengan target ikan 10 kg keatas dan teknik yang digunakan adalah jigging tentu mekanisme seperti bearing hingga drag haruslah yang mumpuni. Pastinya pemancing tidak akan berani mencoba reel spinning dengan harga 700 kebawah tentunya. Pada reel fly itu tidak berlaku karena mekanisme gear tidak ada dan dragpun bisa dengan drag yang telah dibuat bisa juga dengan drag menggunakan tangan sendiri. Seni menggunakan teknik fly fishing biasanya terletak pada cara kita memainkan fly line.

Untuk bahan reel fly sendiri bermacam-macam seperti :

ü  Plastik
ü  Logam (Dalam istilah fly fishing dikenal dengan kaleng Tuna)
ü  Alumunium (Die Cast dan CNC Cut Machined)
ü  Titanium

Sebelum memilih reel fly maka pertimbangkanlah beberapa hal berikut ini :

ü  Kondisikan reel sesuai dengan kantong. Artinya jika memang ingin menerapkan teknik fly namun dana kurang memadai maka pilihlah harga reel sesuai dengan kantong. Terutama untuk pemula yang baru mencoba teknik fly fishing.
ü  Target ukuran ikan pada spot tertentu agar dapat disesuaikan antara ''WT'' reel dengan ''WT'' joran.
ü  Pemilihan spot apakah itu perairan tawar atau asin. Jika tawar maka bebas menggunakan bahan apa saja, jika itu air asin lebih baik pilih reel bermaterial anti korosi.
ü  Selalu meminta petunjuk dari sang ahli fly fishing.
ü  Bahan material pembuatan reel tidak selalu menjadi patokan untuk dapat ikan besar. Semua tergantung dari skill si pemancing, kecuali pada penggunaan air tawar dan air asin.


Tips Memilih Piranti/Peralatan Fly Fishing Yang Baik Dan Benar

Joran biasanya memiliki variasi panjang mulai dari panjang 180-450 cm. Dengan berbagai material pembuatannya bisa dari carbon/graphite, fiber dan bambu. Sama seperti pada reel, joran fly juga menggunakan mekanisme ''WT'' untuk menyesuaikan berat fly line dengan joran. Untuk pemula disarankan menggunakan joran dan fly line yang sesuai ukurannya. Misalkan Fly line ukuran 4 ''WT'' maka digunakan untuk joran ukuran 4 ''WT'' juga. Jika sudah berkembang skill maka bisa mencoba istilah uplining dan downlining.
Yang jadi pertanyaan kira-kira yang mana joran yang cocok digunakan dengan level mancing fly fishing kita. 

Berikut ini mungkin bisa jadi sedikit gambaran penggunaan istilah ''WT'' sesuai target ikan dan spot.

ü  1-2 WT, spot air tawar untuk ukuran ikan-ikan kecil seperti Bader, Tawes, Betok, dll.
ü  3 Wt, spot air tawar untuk ikan-ikan berukuran sedang seperti hampala, ikan Mas, gabus dengan ukuran kecil dan sedang.
ü  4 WT, spot bisa di air payau dan air tawar untuk ikan seperti hampala, bandeng, kakap muara, gabus,lele dll dengan ukuran besar.
ü  5-6 WT, Spot air asin pinggir laut dan air tawar  untuk ikan-ikan dibawah 3-4 kg seperti Kerapu, Toman dan Tapah
ü  7-8 WT, spot air asin pinggir, pemecah ombak dan tengah target ikan laut dengan bobot sekitar 7 kg kebawah.
ü  9-10 WT, spot air asin pinggir, pemecah ombak dan tengah target ikan laut dengan bobot sekitar 15 kg kebawah.
ü  11-15 WT, spot air asin di tengah laut dengan target ikan GT, Tuna, Barrakuda dll.

Istilah ''WT'' diatas dapat dijadikan pertimbangan sebelum memilih joran fly. Ada beberapa tambahan lainnya yang dapat dijadikan pertimbangan sebelum memilih joran fly.

ü  Panjang 180-200 cm lebih baik digunakan pada spot air tawar dengan tempat yang kecil seperti kali kecil, dan rawa-rawa yang banyak dahan-dahan kayu.
ü  Panjang 250-300 cm cocok digunakan di pinggir,pemecah ombak dan dimuara-muara.
ü  Panjang 310-450 cm cocok digunakan pada pemecah ombak dan ditengah.


Untuk harga joran fly biasanya berkisar antara Rp. 350.000 sampai jutaan, tergantung dari bahan pembuatannya. Perkirakan juga dengan spot dan target. Misalkan harga di bawah Rp. 500.000 sudah bisa digunakan pada spot air tawar seperti sungai dan rawa-rawa.

0 komentar:

Posting Komentar