Tips Jitu Memancing Hampala Dengan Teknik Casting

Selasa, 24 Januari 2017

Tips Jitu Memancing Hampala Dengan Teknik Casting


Advertisement

Mancingarena.com - Ikan Hampala merupakan ikan karnivora pemakan hewan-hewan kecil. Dalam rantai makanan spesies air tawar bisa dikatakan ikan ini sejajar dengan ikan Gabus dalam urusan tingkatan. Ikan Hampala memiliki nama latin Hampala Macrolepidota termasuk dalam keluarga ikan Mas. Berbeda dengan ikan Mas yang lebih menyukai tumbuh-tumbuhan air, Hampala justru lebih suka hewan-hewan kecil. Hampala memiliki tubuh yang memanjang dengan corak warna oranye ke-emas-emasan. 
Tips Jitu Memancing Hampala Dengan Teknik Casting

Ciri khas dari Hampala adalah memiliki titik hitam pada bagian tengah tubuhnya. Beberapa spesies Hampala di beberapa daerah memiliki jumlah titik yang berbeda. Biasanya hampala dengan satu titik banyak terdapat di pulau Jawa sedangkan Hampala bertitik dua seing ditemukan di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Perbedaan titik biasanya melambangkan kekuatan seekor Hampala, misalnya saja Hampala yang memiliki dua titik  memiliki tubuh yang kuat sehingga kekuatan perlawanannya  pun melebihi perlawanan seekor Hampala dengan satu titik di tubuhnya.

Hampala merupakan maskot bagi sebagian castinger khususnya untuk spesies air tawar. Mulutnya yang sangat lebar membuat seekor hampala dapat memangsa seekor Hampala yang hampir mendekati ukuran tubuhnya. Sebenarnya Hampala juga memiliki gigi, namun memang tak sebanyak dan sejelas gigi tajam layaknya ikan Gabus. Senjata utamanya adalah mulutnya yang lebar tersebut. Memancing Hampala dengan teknik casting lebih berpotensi dibandingkan dengan teknik mancing dasaran. Hal ini disebabkan Hampala lebih menyukai umpan yang tampak bergerak secara alami. Di habitatnya Hampala lebih suka untuk menyambar segerombolan ikan-ikan kecil yang sedang berkumpul. 

Sebagai informasi saja, bahwa Hampala yang memiliki habitat yang berbeda biasanya memiliki warna yang berbeda pula. Misalnya saja Hampala yang memiliki habitat di sungai-sungai kota biasanya warnanya lebih pucat dan sedikit oranye ke-emas-emasan. Sebaliknya Hampala di Habitat sungai pedalaman warnanya lebih cerah dengan corak merah, sedikit oranye ke-emas-emasan. Jika anda membandingkan Hampala di pulau Jawa dengan Sumatra dan Kalimantan akan sedikit berbeda pula warnanya. 

Memancing Hampala dengan teknik casting memiliki sensasi tersendiri terutama saat Hampala secara tiba-tiba menyerang dan menyambar lure yang sedang kita mainkan. Selain itu kekuatannya pada saat melakukan perlawanan cukup menarik untuk diabadikan. Banyak faktor yang akan menentukan keberhasilan kita untuk dapat meerasakan perlawanan Hampala. Pada artikel ini kami akan coba memberikan tips-tips untuk memancing Hampala dengan teknik casting. Tips-tips tersebut merupakan pengalaman yang telah dirasakan dan didapatkan di lapangan. Berikut tips-tipsnya :

1. Menentukan Lokasi Yang Tepat

Ikan Hampala biasanya sering ditemukan di habitat perairan yang memiliki arus. Di sungai-sungai berbatuan merupakan tempat paling favorit bagi Hampala. Selain memiliki arus deras, tempat seperti itu biasnya menyimpan sumber makanan yang melimpah. Di Pulau Jawa khususnya bagian Tengah Ikan Hampala lebih banyak ditemukan di sungai-sungai. Bahkan di Provinsi Yogyakarta Hampala dapat ditemukan di sungai-sungai kota, meski terkadang kandungan airnya yang tercemar dengan limbah-limbah. Di Pulau Sumatera dan Kalimantan Hampala lebih banyak mendiami sungai yang jauh dari pemukiman penduduk. Biasanya ukuannya-pun cukup besar dengan naluri berburu yang tinggi. Selain di sungai Hampala juga dapat ditemui di danau-danau. Seperti layaknya di sungai Hampala tetap mencari air berarus. Jika di danau biasnya Hampala banyak berdiam di dekat pintu air keluar dari danau.  

2. Menyiapkan Peralatan Yang Sesuai

Persiapan peralatan pancing yang baik akan menentukan faktor keberhasilan anda untuk merasakan sensasi perlawanan Hampala. Menerapkan teknik casting di perairan tawar, cukup menggunakan piranti kecil hingga sedang saja. Begitu juga dengan peralatan yang digunakan untuk casting Hampala. Anda bebas menentukan spinning atau baitcasting dan pilihlah dengan ukuran kecil sampai medium saja. Misalnya reel spinning anda dapat menggunakan reel dengan ukuran 500 hingga 3000, sedangkan reel baitcasting ukuran 100 sudah sangat cocok. Selain itu senar dan joran yang anda gunakan juga harus disesuaikan dengan reel agar anda mendapatkan kenyamanan saat casting berlangsung. 

Untuk senar sangat direkomendasikan menggunakan senar PE, karena PE lebih ringan dan dapat memaksimalkan action dari lure. Jangan lupa juga untuk menggunakan rangkaian leader dengan sambungan knot yang baik, rapi dan kuat. Leader sangat dibutuhkan terutama yang berbahan Fluorocarbon 100%. Leader dengan spesifikasi tersebut akan membuat lure seolah-olah bergerak secara alami. Penggunaan snap dan swifel tidak diwajibkan, namun akan penggunaan snap lebih pada mempermudah anda untuk mengonta-ganti lure. Jika tidak menggunakan leader makan gunakan Rapala knot agar action lure yang dihasilkan berkualitas. Penggunaan swifel biasnya lebih cocok digunakan pada lure spoon, selain itu anda tidak perlu menggunakan swifel. 

Joran yang sangat direkomendasikan untuk casting Hampala adalah yang bermaterial carbon atau graphite. Material tersebut lebih ringan dan tidak cepat membuat tangan lelah.

3. Menerapkan Teknik Retrieve (Gulungan) Yang Tepat Untuk Memaksimalkan Lure Action 

Penerapan teknik menggulung yang baik akan sangat berguna. Pada beberapa lure top water seperti popper, pencil dan stickbait, anda dituntut untuk memainkan lure sealami mungkin. Lure top water anda bisa menggunakan variasi seperti menggulung sambil menyentak ujung joran, menggulung lalu berhenti sejenak dan kemudian menggulung lagi. Pada pencil dan stickbait biasanya akan menghasilkan walk the dog action (WTD) sedangkan pada popper akan menghasilakan cipratan air. 

Bila menggunakan umpan menyelam seperti minnow, sinking pencil dan flutter stick, maka anda dapat memainkan action lure seperti pada lure di atas permukaan. Caranya adalah dengan menyentak-nyentak ujung joran secara acak dan sesekali adan meghentikannya, lalu menyentak lagi dan begitu seterusnya. Jika pada kondisi air jernih anda dapat melihat action lure dan dapat menyesuaikannya dengan gerakan tangan anda. Pennggunaan minnow cukup mudah karena minnow pada dasarnya telah didesain utuk bergerak pada saat digulung biasa saja tanpa harus menyentak. Namun pada minnow tipe jerkbait anda harus menyentak secara perlahan agar action lebih maksimal. Selain beberapa lure di atas anda juga dapat mengganti variasi lure dengan lure lainnya seperti spoon, micro jig, dll.

4. Menentukan Waktu Terbaik 

Sebagai mana waktu makan ikan pada umumya, Hampala juga memiliki waktu terbaik untuk dicasting yaitu pada pagi hari. Bisa dimulai dari sebelum matahari terang hingga setelah sinar matahari mulai terasa panas. Pada kondisi matahari terik Hampala cenderung mencari tempat teduh sehingga daya makannya tak seganas sebelum waktu tersebut. Selanjutnya pada sore hari yang dimulai setelah waktu Ashar hingga Magrib.

5. Menyesuaikan Lure Dengan Kondisi Air

Penyesuaian lure dengan kondisi air sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan kita menerapkan teknik casting pada Hampala. Sebagian orang meremehkan hal ini sehingga tak jarang mereka mengeluh susahnya untuk menerapkan teknik casting pada Hampala. Pada kondisi air tertentu kita memang harus jeli dalam menentukan lure yang akan kita gunakan. Misalnya pada kondisi air yang sangat jernih, anda bisa menggunakan lure tenggelam seperti minnow, sinking pencil dan flutter stick, spoon, soflure, dll. Pada kondisi yang demikian lure akan bekerja dengan sangat baik, usahakan juga untuk memberikan action yang terbaik agar Hampala tertarik untuk menyambar. Pada kondisi air berwana sedikit kecoklatan hingga keruh, maka penggunaan lure di atas permukaan sangat baik. Popper, pencil dan stickbait akan bekerja dengan baik dalam kondisi seperti ini. 

6. Mencari Titik Lemparan Lure Pada Titik Potensial

Dalam kondisi arus deras biasanya titik lemparan yang paling baik adalah di pinggir perairan. Di spot sungai berbatuan biasanya Hampala lebih sering berada di balik bebatuan untuk menunggu mangsa. Jika anda berada di pinggir sungai, maka coba variasikan titik lemparan, misalnya melempar lure ke seberang sungai lalu menggulungnya dengan memotong sungai. Selain cara tersebut anda juga dapat melawan sedikit arus dengan menggunakan lure permukaan. Dalam kondisi seperti ini biasanya lure akan lebih maksimal untuk menarik perhatian hampala. 

Di spot sungai kota biasanya hampala sering berada di pinggir sungai. Dengan sedikit mencoba mengikuti arus anda usahakan agar lure menadapatkan action sebaik mungkin. Pada spot sungai kota biasanya terdapat banyak limbah-limbah berupa sampah non organik hingga sampah organik, oleh karena itu disarankan saat  menggunakan lure tenggelam untuk memperhatikan titik yang dilempar agar lure tidak tersngkut oleh sampah-sampah tersebut.

Memancing Hampala dengan teknik casting memiliki sensasi yang berbeda dibandingkan dengan teknik biasa pada umumnya. Beberapa tips di atas merupakan hasil dari pengalaman yang diperoleh selama menerapkan teknik casting. Jika anda memiliki tips dan trik dalam memancing silahkan kirimkan ulasan anda ke alamta email kami atau melalu Fans Page kami di Facebook. mancingarena.com

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Thanks for picking out the time to discuss this, I feel great about it and love studying more on this topic. It is extremely helpful for me. Thanks for such a valuable help again. Casting Mold Release

    BalasHapus
  3. mantapppp penjelasannya, sama hal nya dengan saya ketika casting hampala.

    BalasHapus