Tips Menentukan Lure Pancing Terbaik Untuk Teknik Casting

Daftar Isi
Tips Menentukan Lure Pancing Terbaik Untuk Teknik Casting
Lure Pancing


Mancing Arena - Artikel kali ini memiliki judul yang membutuhkan jawaban. Artikel ini dibuat atas beberapa permintaan dalam inbox sosial media kami di Facebook. 

Sebenarnya jawaban atas judul diatas sulit untuk dipastikan kebenarannya. Namun kami akan mencoba berbagi pengalaman yang bersangkutan dengan pertanyaan tersebut. 

Pada dasarnya tidak ada jawaban pasti yang dapat dijadikan sebagai rujukan. Terlebih kuantitas lure yang digunakan oleh masing-masing castinger umumnya bersifat subjektif.

Mengapa demikian ? karena lure yang dibawa pada saat trip casting umumnya berdasarkan perkiraan, insting, spesial, lure favorit, kebiasaan, kenyamanan dengan lure tertentu dll yang mungkin diluar tulisan ini. 

Beberapa faktor diatas tentu saja tidak bisa disamakan antara satu dengan lainnya. Bisa saja insting anda mengatakan spot A lebih cocok dicasting dengan lure jenis minnow, sedangkan teman anda berkata lain spot A lebih cocok dicasting dengan menggunakan Lure jenis soft frog.

Nah terkadang dengan perbedaan tersebut, setiap castinger bisa saja membawa 5 sampai 10 jenis lure didalam box lure yang dimiliki.

Lalu muncul pertanyaan, Apa jenis lure yang paling efektif untuk digunakan ?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut kita perlu mengurai beberapa poin penting yang wajib dipertimbangkan sebelum mempersiapkan lure untuk digunakan saat casting.


1. Menentukan Spot Mancing 

Spot Dengan Permukaan Air Yang Penuh Tumbuh-Tumbuhan


Hal yang paling utama untuk menentukan jenis lure terbaik untuk casting adalah spot. Anda tentu bisa membayangkan jika spot yang anda tuju adalah sebuah rawa yang sebagian permukaan air dipenuhi oleh tumbuhan air seperti eceng gondok, kangkung, tanaman putri malu, dll. Lalu anda menggunakan lure dengan mata kail yang terbuka, maka yang akan sering anda temui adalah kesulitan pada saat casting.

Potensi untuk tersangkutnya lure dengan tumbuhan-tumbuhan air tersebut sangat besar. Anda bisa saja beranggapan, saya akan melempar lure di titik air yang terbuka, namun pada prakteknya bisa saja lure tersebut terbawa angin lalu jatuh di titik yang terdapat banyak tumubuhan air. 

Kondisi seperti ini hanya akan mempersulit anda sendiri. Waktu frenzy terbuang banyak hanya untuk melepas lure yang tersangkut pada tumbuhan air. 

Untuk spot yang seperti ini anda bisa mempertimbangkan penggunaan lure yang lebih safety, misalnya seperti soft frog dengan mata kail yang tertutup body dan jump frog dengan safety hook dibelakangnya. 

Sejauh ini kami hanya menemukan 2 lure tersebut yang aman digunakan pada spot yang telah disebutkan diatas. Jika anda punya pengalaman dengan lure alternatif lainnya silahkan berbagi melalui kolom komentar atau di Facebook kami.

Spot Yang Dikelilingi Oleh Pepohonan Dan Kayu Kering


Selanjutnya yang wajib diperhatikan adalah spot dengan karakteristik yang dipenuhi dan dikelilingi oleh ranting, pepohonan hingga ranting tanaman yang sudah kering. 

Spot seperti ini yang wajib diwaspadai adalah pada saat melempar lure. Jika pada permukaan air tidak terdapat rintangan apapun maka anda bisa menggunakan jenis lure apapun yang dirasa cocok. Misalnya saja dengan lure dengan karakteristik top water seperti popper, pensil, slatter atau buzzbait.

Hindari lemparan dengan overhead pada spot seperti ini. Alternatif lemparan yang bisa anda gunakan adalah sidecast, teknik underhand, pitching, dll. 

Spot Dengan Permukaan Penuh Lapisan Tumbuhan Air


Spot seperti ini biasanya akan dipenuhi oleh lapisan tebal tumbuan air seperti mata lele, teratai air hingga eceng gondok. 

Spot dengan karakteristik seperti ini sangat tepat jika anda menggunakan lure jenis soft frog yang ditambah dengan aksesoris skirt pada bagian ekornya. Selain itu anda juga bisa menggunakan soft frog biasa pada sport seperti ini.

Spot Air Terbuka


Spot seperti ini memilki karakteristik yang minim rintangan layaknya spot-spot diatas. Beberapa spot seperti ini berada di danau, bendungan, muara sungai, kolam, dll. 

Untuk spot dengan karakteristik seperti ini anda bisa mengkombinasikan lure yang digunakan. Misalnya untuk tahap pertama anda bisa menggunakan karakteristik top water seperti pensil, popper, dll. Jika dirasa kurang efektif bisa diganti minnow dengan kedalaman tertentu, soft lure dll. 

Selain itu spot terbuka juga bisa ditemukan di lautan terutama di tengah laut. Kondisi seperti ini wajib anda padukan beberapa teknik seperti popping dengan popper, pensil dan stickbait, metal jig, minnow dengan kedalaman tertentu dsb. 

Spot Berbatu


Spot berbatu biasanya sering ditemukan di wilayah sungai yang meilintasi pegunungan. Selain itu spot berbatu juga terdapat di pinggir pantai dan pantai yang berdekatan dengan tebing. 

Untuk spot seperti ini anda bisa menggunakan beberapa kombinasi lure. Misalnya lure top water seperti pensil, stickbait dan pooper. Selain itu anda juga bisa menggunakan minnow dengan daya selam yang rendah. Umumnya minnow seperti ini memiliki lidah pendek sehingga hanya dapat menyelam sedalam 30 cm hingga 1 meter. 

2. Menentukan Target Casting


Faktor selanjutnya adalah target ikan yang ingin dicasting. Berbicara teknik casting tentu saja target utama yang diinginkan adalah ikan-ikan predator. Meski tidak menutup kemungkinan anda bisa saja mendapatkan ikan-ikan non-predator, namun hal tersebut sangat jarang terjadi. 

Beberapa target predator air tawar seperti Gabus, Toman, Kerandang akan sangat sensitif terhadap gerakan lure. Lure dengan karakteristik top water sangat tepat anda gunakan untuk target predator tersebut. Umumnya Gabus dan Toman sangat sensitif terhadap gerakan, sehingga gerakan lure diatas permukaan air seperti soft frog, buzzbait, popper dan pensil lebih menggoda untuk disambar.

Perlu diingat bahwa anda harus menyesuaikan spot agar tidak ada kesulitan pada saat casting berlangsung.  

Namun di beberapa spot terbuka yang didalamnya berisikan predator-predator diatas anda bisa menggunakan softlure, spinner, spinner in-line, minnow dengan lidah pendek, hingga modifikasi soft frog yang dapat menyelam sedikit dibawah permukaan air. 

Target predator yang habitatnya lebih sering didalam lubuk sungai seperti ikan Tapah, maka pilihan lure terbaik yang bisa digunakan adalah minnow dengan daya selam tinggi dan soft lure. Minnow seperti ini biasanya memiliki lidah panjang yang bisa menyelam 2.5 meter hingga 5 meter.

Target ikan predator yang sering ditemukan di perairan payau seperti Baramundi, Mangrove Jack, Barakuda dll, anda bisa mengkombinasi lure top water dan lure menyelam. Penggunaan pensil dan popper dapat dimulai di awal jika anda rasa kurang efektif anda bisa menggunakan softlure, minnow dengan suspending action hingga minnow dengan depth acton. 

Target predator laut seperti Giant Travelly, Tenggiri, Tuna, dll bisa dengan menggunakan Popper berukuran besar khusus untuk popping, metal jig dengan bobot tertentu, hingga Deep sinking minnow.

3. Kombinasi Penggunaan Lure


Selain dua faktor diatas anda juga bisa melakukan percobaan sendiri dengan menggunakan beberapa varian lure yang sesuai dengan karakteristik spot. 

Percobaan lure ini biasanya bisa dipersiapkan dengan berbagai jenis lure yang harus dibawa. Anda bisa membawa beberapa jenis lure dalam lurebox anda.

Sebaiknya dalam 1 boxlure berisikan beberapa jenis lure yang dapat dijadikan alternatif seperti lure diatas permukaan maupun di bawah permukaan air. Hal inilah yang biasanya menjadi kebiasaan castinger dalam membawa lebih dari 5 lure. Ini dilakukan untuk menguji beberapa alternatif lure pada saat sebuah lure tidak cukup efektif untuk menggoda target.

4. Konsultasi Dengan Yang Berpengalaman


Nah poin ke empat ini wajib diperhatikan, karena bisa saja anda telah menyesuaikan dengan 3 faktor diatas namun tidak cukup efektif untuk mendapatkan target. 

Faktor keberhasilan casting juga dapat dipengaruhi oleh petunjuk dari castinger yang lebih berpengalaman. Oleh karena itu sebisa mungkin anda mengajak salah satu castinger yang anda rasa cukup berpengalaman dengan beberapa karakteristik spot yang telah disebutkan diatas.

Selain akan mendapatkan pengetahuan, tentu saja anda akan mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah anda lakukan saat casting. 


Demikianlah beberapa tips yang bisa anda praktekkan saat ingin melakukan teknik casting. Beberapa hal yang telah diterangkan diatas merupakan bagian dari pengalaman yang telah dialami sendiri. Jika anda punya pengalaman tambahan mengenai hal tersebut silahkan kirimkan cerita anda melalui sosial media kami yang tertera diatas menu website ini. 

Sering melakukan ujicoba terhadap lure, akan memberikan anda pengetahuan baru pada saat casting. Selamat mencoba !

Nantikan artikel menarik lainnya hanya di mancing arena. 

Posting Komentar