Wednesday, 20 November 2019

Menentukan Rasio Reel Baitcasting Dan Spinning Sesuai Dengan Lure Dan Target


Advertisement

Dalam dunia mancing dengan teknik casting sebuah reel baik itu baitcasting maupun spinning memiliki pengaruh yang besar terhadap beberapa faktor seperti Spot, Teknik yang digunakan, Target Ikan yang dicari hingga lure yang digunakan. Kali ini kita akan membahas penentuan rasio sesuai dengan lure dan target ikan yang akan kita incar.

Baik pada spinning maupun baitcasting reel memiliki rasio yang berbeda-beda. Reel Spinning umumnya memiliki Rasio 4:1, 5:1 hingga 6:2. Begitu juga dengan reel baitcasting memiliki varian rasion mulai dari 5:2, 6:1, 7:1, 8:1 hingga 9:1. FYI untuk rasio yang tertulis itu menandakan putaran spool yang bekerja saat reel digulung. Sebagai contoh rasio yang tertulis pada reel 5:1, maka berarti 1 kali gulungan dapat menghasilkan 5 kali putaran spool. Semakin tinggi sebuah rasio maka semakin banyak putaran yang akan dihasilkan oleh sebuah reel. Hal ini berarti akan berpengaruh terhadap lure yang kita gunakan.

Menentukan Rasio Reel Baitcasting Dan Spinning Sesuai Dengan Lure Dan Target

Rasio 5 hingga 6 untuk reel spinning termasuk dalam kategori rasio cepat. Sedangkan rasio 7 hingga 9 untuk reel baticasting masuk dalam kategory highspeed ratio. Dewasa ini pabrikan reel baitcasting justru berlomba untuk menampilkan rasio tertinggi. Bahkan salah satu brand ternama dari Amerika yaitu Kastking akan meluncurkan salah satu reel dengan rasio tertinggi hingga 10:5:1 yang bernama Kastking Speed Demon Elite. Selain itu Daiwa juga tidak ingin kalah dengan meluncurkan seri Daiwa ZILLION 10.0R SV TW yang direncanakan akan dipasarkan dalam bulan desember 2019. Ini menandakan bahwa semakin banyaknya minat untuk memiliki reel dengan tipe rasio tinggi.

Namun anda sebagai seorang pemancing dengan teknik casting jangan terlalu tergiur dengan tingginya rasio. Ada kalanya anda harus mempertimbangkan lure dan target yang ingin anda dapatkan. Rasio sebuah reel akan sangat mempengaruhi teknik mancing anda.

Sebagai contoh, jika kita menggunakan Lure seperti minnow, spinner, Soft lure, Inline Spinner, Soft frog dan Sebagainya, maka penggunaan reel dengan rasio rendah akan sangat mendukung kita dalam mendapatkan target. Jika anda mencari target predator yang cenderung bersifat menunggu mangsa maka penggunaan rasio rendah akan sangat mendukung. Karena pada dasarnya beberapa predator menunggu mangsa yang siap diterkam dalam jarak yang ideal.

Sebaliknya menggunakan reel dengan rasio tinggi sangat tepat bagi anda yang menggunakan lure seperti slatter bait, Jumpfrog, Buzzbait, Pencil bait, Soft frog berkaki dan sebagainya. Saat menggunakan beberapa lure tersebut anda sebisa mungkin akan mempercepat gerakan lure sehingga akan mengundang predator datang. Putaran cepat akan menghasilkan gerakan lure dengan suara dan gerakan yang dapat menggoda predator datang. Dalam hal ini predator sejati akan bersifat menyerang. Jika seekor ikan predator terganggu ataupun sedang berburu, dari kejauhan akan langsung datang dan menyergap lure.

Reel dengan rasio tinggi juga sangat cocok diaplikasikan untuk teknik casting diatas perahu, sampan, boat, kapal, dll. Hal ini bertujuan untuk menggulung dan melempar lure sesering mungkin. Sehingga saat perahu sedang berjalan diatas air kita dapat melempar lure ke titik tertentu sesering mungkin sampai target menerkam lure.

Pada dasarnya rasio yang telah diaplikasikan pada masing-masing reel baik reel spinning maupun reel baitcasting berguna untuk menentukan target dan lure yang akan kita gunakan. Memang pada dasarnya baik reel dengan rasio rendah mapun rasio tinggi sama-sama dapat mendapatkan ikan target. Namun jika ingin presentase tangkapan anda lebih tinggi, maka cobalah mulai saat ini untuk menyesuaikan rasio reel dengan lure dan target.

Nah jangan lupa untuk berkomentar pada kolom komentar yang tersedia dibawah ini jika anda memiliki pengalaman yang berbeda.

0 comments:

Post a Comment